
Dalam rangka memperluas akses informasi dan meningkatkan minat baca masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah secara simbolis menyerahkan Tugu Titik Baca kepada UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Penyerahan dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025, dan diterima langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan UNIMUS, M. Firdaus Charis Nursecha, S.Hum. Tugu Titik Baca tersebut ditempatkan di Perpustakaan Pusat UNIMUS sebagai fasilitas baru untuk memperkuat layanan literasi digital bagi civitas akademika.
Tugu Titik Baca ini dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai untuk mengakses beragam koleksi e-book. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memberikan alternatif sumber belajar yang lebih cepat, mudah, dan praktis, sejalan dengan perkembangan kebutuhan informasi di lingkungan perguruan tinggi.

Sebelumnya, pada Rabu, 19 November 2025, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Lokakarya Literasi Digital sekaligus penyerahan Tugu Titik Baca kepada sejumlah institusi di Aula Lantai 4 Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut, tugu serupa diberikan kepada 1 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 1 Rumah Sakit, serta 5 perguruan tinggi, termasuk beberapa institusi di Semarang seperti Politeknik Pekerjaan Umum Semarang, Universitas Ivet Semarang, Universitas PGRI Semarang, dan UIN Walisongo Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala UPT Perpustakaan UNIMUS, pustakawan, serta Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora UNIMUS, Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd, dan juga sejumlah perwakilan mahasiswa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat budaya literasi dan akses informasi di lingkungan kampus.


Dengan hadirnya Tugu Titik Baca di Perpustakaan Pusat UNIMUS, diharapkan ke depan semakin banyak sivitas akademika yang memanfaatkan fasilitas ini untuk mendukung kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan diri. Semoga keberadaan tugu baca ini dapat menjadi pemicu bagi terwujudnya ekosistem literasi yang lebih inklusif, progresif, dan berkelanjutan di lingkungan UNIMUS.
